Surakarta, [Jumat, 11 April 2025] – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Workshop Dana Hibah Internal dan Eksternal yang diikuti oleh dosen pembimbing skripsi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi dosen dalam memperoleh pendanaan penelitian, baik dari sumber internal UMS maupun lembaga eksternal.
Sosialisasi dan Pendalaman Submit Proposal
Workshop dibuka dengan pemaparan mengenai mekanisme dan strategi memperoleh dana hibah penelitian oleh dua narasumber ahli:
- drg. Noor Hafida W., Sp.KG– yang membahas prosedur dan kriteria pengajuan hibah internal FKG UMS.
- Morita Sari, M.PH, Dr.PH– yang berbagi pengalaman dalam meraih pendanaan eksternal, termasuk skema hibah dari Kemenristek, Kemenkes, dan lembaga internasional.
Setelah sesi sosialisasi, acara dilanjutkan dengan pendampingan langsung submit proposal penelitian ke sistem hibah internal UMS. Para dosen dibimbing langkah demi langkah dalam menyusun dan mengunggah proposal agar memenuhi standar penilaian.
Tujuan Workshop
Kegiatan ini diharapkan dapat:
- Meningkatkan jumlah proposal penelitian dosen yang lolos pendanaan.
- Memperkuat kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan FKG UMS.
- Membuka peluang kolaborasi riset dengan institusi dalam dan luar negeri.
“Workshop ini sangat bermanfaat, terutama bagi dosen muda yang baru memulai karir penelitian. Dengan pendampingan langsung, kami bisa lebih percaya diri dalam mengajukan proposal kompetitif,” ujar salah satu peserta.
Komitmen FKG UMS dalam Pengembangan Riset
Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKG UMS, [Nama Pejabat], menyatakan bahwa kegiatan semacam ini akan terus digalakkan untuk mendorong produktivitas riset. “Kami berkomitmen mendukung dosen dalam memperoleh pendanaan, karena penelitian berkualitas adalah fondasi pengembangan akademik dan reputasi institusi,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi terkait tantangan dalam pengajuan hibah. Diharapkan, workshop ini dapat menjadi langkah awal peningkatan jumlah penelitian bermutu yang berdampak pada pengembangan ilmu kedokteran gigi.
