Sosialisasi Kepatuhan Hukum dan Pencegahan Kekerasan: Komitmen Universitas Muhammadiyah Surakarta Terhadap Lingkungan Akademik yang Aman (UMS TIDAK MENTOLERIR SEGARA BENTUK KEKERASAN DAN PERUNDUNGAN!!!)

Surakarta, 23 September 2024 – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKG UMS) mengadakan sosialisasi mengenai Kepatuhan Hukum dan Kesehatan Mental Tanpa Perundungan dan Kekerasan. Kegiatan yang berlangsung di Smart Class Room lt 2 Fakultas Kedokteran Gigi UMS diikuti oleh mahasiswa baru FKG UMS, sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan akademik yang aman dan bebas dari kekerasan.

Sosialisasi ini menghadirkan sejumlah pemateri yang berkompeten dalam bidangnya, antara lain perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM, Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) UMS, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UMS, Student Mental Health and Well-Being Support (SMHWS) UMS, serta Tim Penegak Disiplin UMS. Para pemateri menyampaikan materi yang berfokus pada hak dan kewajiban setiap individu di lingkungan kampus serta pentingnya menjaga kesehatan mental dan mencegah perundungan dan kekerasan.

Dalam sesi pembuka, perwakilan Kemenkumham menjelaskan berbagai regulasi hukum yang berlaku di lingkungan pendidikan, termasuk larangan segala bentuk kekerasan dan perundungan. “Kita perlu memahami bahwa hukum adalah perlindungan bagi setiap individu. Oleh karena itu, semua pihak harus saling menghormati dan tidak mentolerir tindakan yang merugikan orang lain,” ujarnya.

Selanjutnya, BKBH UMS memberikan informasi tentang mekanisme pelaporan dan bantuan hukum yang dapat diakses oleh mahasiswa jika mereka menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. “Mahasiswa harus tahu bahwa mereka tidak sendirian dan ada saluran yang aman untuk mencari bantuan,” tegas perwakilan BKBH.

Satuan Tugas PPKS UMS menjelaskan upaya kampus dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual, dengan fokus pada pendidikan dan penyuluhan. “Penting untuk menciptakan budaya kampus yang mendukung keselamatan dan kesejahteraan semua mahasiswa,” ungkap anggota tim PPKS.

Selain itu, SMHWS UMS menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tekanan akademik yang sering dialami oleh mahasiswa baru. Tim ini menyediakan berbagai layanan dukungan psikologis dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa.

Kegiatan ini diakhiri dengan penegasan bahwa UMS tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dan perundungan. “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan mendukung, sehingga setiap mahasiswa dapat berkembang dan belajar tanpa rasa takut,” kata perwakilan Tim Penegak Disiplin UMS.

Dengan sosialisasi ini, FKG UMS berharap dapat menanamkan kesadaran yang lebih tinggi di kalangan mahasiswa baru mengenai pentingnya kepatuhan hukum dan kesehatan mental, serta mendorong mereka untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan akademik yang positif dan bebas dari kekerasan.