Surakarta – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKG UMS) di kancah internasional. Tim inovator FKG UMS berhasil membawa pulang Silver Medal dalam ajang bergengsi CHINA (SHANGHAI) INTERNATIONAL INVENTION & INNOVATION EXPO 2026 untuk kategori Biotechnology, Health & Fitness, melalui karya inovatif yang diberi nama YOGREEN.
Penghargaan ini diterima atas pengembangan YOGREEN, sebuah produk yoghurt fungsional pionir yang memanfaatkan ekstrak daun pakis (Diplazium esculentum) sebagai agen alami untuk membantu pencegahan dan pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2. Inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya prevalensi diabetes akibat resistensi insulin di Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan alternatif dessert sehat yang tetap lezat dan aman dikonsumsi.
YOGREEN tidak sekadar produk fermentasi biasa. Di balik cita rasanya yang segar, produk ini diperkaya dengan senyawa bioaktif alami seperti quercetin, luteolin, dan apigenin yang terkandung dalam ekstrak daun pakis. Ketiga senyawa tersebut dikenal dalam dunia ilmiah memiliki potensi antidiabetes melalui mekanisme penghambatan enzim alfa-glukosidase dan peningkatan sensitivitas insulin, sehingga dapat membantu mengendalikan kadar gula darah secara alami.
“Ini adalah bentuk nyata bagaimana riset di bidang kesehatan gigi tidak hanya berhenti pada rongga mulut, tetapi juga berkontribusi pada masalah metabolik sistemik. Kami mengemas sains dalam produk pangan yang aplikatif dan mudah diterima masyarakat,” ujar Dr. drg. Ana Riolina, M.P.H., selaku dosen pembimbing tim.
Tim inovator yang beranggotakan enam mahasiswa berbakat ini terdiri atas:
-
Muhammad Luqman Khakim
-
Rizqy Habibi
-
Aryabima Aulia Nuswantoro
-
Avesin Akhira Azra Bakri
-
Cleo Rafi Zanuari
-
Allan Hafidz Syadi Ismallah
Keberhasilan mereka di ajang internasional ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMS tidak hanya unggul dalam capaian akademik, tetapi juga mampu melahirkan solusi kesehatan yang relevan, berbasis riset, dan berdaya saing global. FKG UMS terus mendorong mahasiswanya untuk berkarya lintas disiplin, menggabungkan ilmu kedokteran gigi dengan bioteknologi dan gizi fungsional.
Dengan raihan ini, YOGREEN diharapkan dapat terus dikembangkan hingga tahap produksi massal dan uji klinis lanjutan, sehingga ke depannya dapat menjadi salah satu produk unggulan kesehatan berbasis bahan baku lokal Indonesia yang mendunia. Selamat kepada para inovator dan pembimbing. Terus berkarya, berinovasi, dan menginspirasi!
