SURAKARTA, Jumat, 22 Agustus 2025 – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) pada Jumat, 22 Agustus 2025. Kegiatan yang diikutioleh Tendik FKG ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya penerapan prinsip-prinsip K3L dalam setiap aktivitas, baik di lingkungan kampus maupun tempat praktik nantinya.
Pelatihan dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an (tilawah) yang menciptakan atmosfer khidmat dan penuh berkah, diikuti oleh sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Dekan FKG, Dr. drg. Noor Hafida Widyastuti, Sp.KG.
Dalam sambutannya, Dekan menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan adalah hal yang non-negotiable. “Penerapan K3L bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi sudah menjadi kebutuhan dan budaya yang harus kita tanamkan di setiap langkah, terutama di lingkungan Fakultas Kedokteran Gigi yang penuh dengan risiko kerja baik di laboratorium, klinik, maupun bengkel kerja. Melalui pelatihan ini, saya berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan untuk menciptakan lingkungan FKG yang lebih aman, sehat, dan berwawasan lingkungan,” ujarnya.
Acara inti pelatihan diisi dengan pemaparan materi yang komprehensif oleh Sri Darnoto, S.KM, M.P.H, seorang ahli di bidang kesehatan masyarakat. Dengan gaya penyampaian yang lugas dan didukung oleh pengalamannya yang luas, Sri Darnoto membedah berbagai aspek K3L.
Materi yang disampaikan mencakup identifikasi potensi bahaya (hazard) yang umum ditemui di lingkungan pendidikan kedokteran gigi, penilaian risiko, serta langkah-langkah pengendalian dan pencegahannya. Ia juga menyoroti aspek kesehatan kerja, termasuk ergonomi dan pencegahan penyakit akibat kerja, serta pentingnya pengelolaan limbah (dental waste) yang ramah lingkungan sesuai peraturan yang berlaku.
“Kecelakaan kerja seringkali terjadi karena kelalaian dan ketidaktahuan. Karena itu, pendidikan dan pelatihan K3L seperti ini adalah investasi yang sangat berharga untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan. Setiap individu harus menjadi pemeran utama dalam menjaga keselamatan dirinya sendiri dan rekan-rekannya,” tegas Sri Darnoto.
Pelatihan berlangsung interaktif, ditandai dengan sesi tanya jawab yang aktif antara peserta dan pemateri. Peserta terlihat antusias mengajukan pertanyaan terkait aplikasi praktis K3L dalam scenario sehari-hari di kampus.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti hanya sebagai seremonial, tetapi menjadi titik awal bagi penguatan budaya K3L yang berkelanjutan di lingkungan FKG. Diharapkan, seluruh warga FKG dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk mewujudkan produktivitas yang optimal tanpa mengorbankan aspek keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.
