SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan lulusan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Raisa Isnaini Azzahra berhasil meraih dua penghargaan pada ajang International Youth Innovation Summit (IYIS) x International Youth Excursion Network (IYEN) 2026 yang berlangsung di Malaysia dan Singapura pada 18–21 Mei 2026.
Raisa terpilih sebagai delegasi Indonesia setelah melalui rangkaian seleksi yang kompetitif, mulai dari seleksi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan, hingga Focus Group Discussion (FGD). Dari seluruh peserta yang mengikuti proses tersebut, hanya delegasi terpilih yang berkesempatan mengikuti program internasional tersebut.
Dalam kegiatan itu, para delegasi dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai tema Sustainable Development Goals (SDGs). Raisa bergabung dalam tim kesehatan bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan disiplin ilmu untuk mengembangkan inovasi digital bertajuk WREDATAMA (An Integrated Digital Platform for Cognitive Stimulation, Health Monitoring, and Social Support for Adults).
Platform tersebut dirancang sebagai solusi terpadu untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui fitur stimulasi kognitif (brain gym), pemantauan kesehatan, manajemen pengobatan, serta pelatihan bagi keluarga dan caregiver. Inovasi ini mendukung terwujudnya healthy aging sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Atas inovasi tersebut, tim Raisa berhasil meraih penghargaan 3rd Best Presentation. Tidak hanya itu, Raisa juga memperoleh penghargaan individu Best Team Leader, sebagai apresiasi atas kepemimpinannya dalam mengoordinasikan tim multidisiplin selama kompetisi berlangsung.
Raisa mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja sama seluruh anggota tim serta dukungan dari berbagai pihak.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat menjadi bagian dari delegasi Indonesia dan memperoleh penghargaan ini. Pengalaman bekerja sama dengan teman-teman dari berbagai institusi dan disiplin ilmu menjadi pelajaran yang sangat berharga. Semoga inovasi yang kami kembangkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kualitas hidup lansia,” ujar Raisa.
Ia juga mengaku termotivasi untuk terus aktif dalam dunia akademik dan penelitian.
“Sejak lulus pendidikan S1, saya semakin termotivasi untuk terus belajar dan mengikuti berbagai kegiatan akademik. Saya berharap dapat terus berkembang dan suatu saat menghasilkan karya yang memberikan dampak yang lebih luas. Terima kasih kepada seluruh dosen FKG UMS yang telah membimbing dan memberikan dukungan selama ini,” tuturnya.
Prestasi yang diraih Raisa menjadi bukti bahwa lulusan FKG UMS mampu bersaing di tingkat internasional melalui inovasi, kolaborasi, dan kepemimpinan. Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen UMS dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing global, serta berkontribusi dalam penyelesaian berbagai tantangan kesehatan masyarakat melalui riset dan inovasi.
